Melody Chaka Kartawiharja


Hallo kamu yang ada di sana yang sedang menatap layar. Namaku Melody, seperti yang mungkin sudah kamu ketahui. Di blog ini aku akan menjabarkan beberapa hal, seperti profil, latar belakang, dan sebagainya, yang mungkin tidak penting... tapi hey! Itu tujuanmu ke sini kan? Untuk tahu lebih jauh tentang diriku, haha. Aku perkenankan kamu untuk mengenaliku lebih jauh, dan aku harap kamu punya hari yang indah!



i. Biodata Melody

❀ Nama Lengkap: Melody Chaka Kartawiharja
❀ Nama Panggilan: Ody, Mel, Lulu
❀ Nama China: Guo XuanLu
❀ Tanggal Lahir: 13th of December 1998
❀ Tempat Lahir: Massachussets, USA
❀ Kewarganegaraan: Indonesian
❀ Etnis: Tionghoa
. ˚      
  ✦ ✵       ⋆
.        ✧ .
· .   . ✫ .   

✦ . ·   ✫ .  ✧ ·     
           · · ·  
       ⊹    
.   ✫ .      
    ⋆
.        ✧ * .

· .   . ✫ .   
✦ . ·   ✫ .  ✧ ·     
      
     ✺   
      ·     +   ·
⊹       *
❀ Warna Rambut: Coklat
❀ Warna Mata: Coklat
❀ Warna Kulit: Medium-Light
❀ Tinggi Badan: 167cm
❀ Berat Badan: 55kg
❀ Orientasi Seksual: Heteroseksual


ii. Kepribadian Melody

Melody adalah seorang gadis yang akan selalu berusaha membuatmu tersenyum, karena melihat orang tersenyum karenanya adalah hal yang paling membuatnya merasa 'berhasil'.
Dia sangat tidak suka melihat orang kesusahan, apalagi orang yang sangat dipedulikan olehnya. Karena itu, banyak orang yang baru saja memasuki zona 'peduli' nya merasa bahwa Melody adalah seseorang yang bisa dimanfaatkan dengan mudah. Namun, Melody tidaklah sebodoh itu. Dia bisa membedakan mana yang benar-benar tulus berteman dengannya dan mana yang hanya ingin memanfaatkannya saja. Maka dari itu, berhati-hatilah kalian yang ingin melakukan hal bodoh itu kepadanya. Tidak, dia tidak akan memulai perang dunia ke 3. Dia hanya akan mendiamkanmu, dan menganggap kau hanya sebagai angin lalu.
Dia akan selalu terlihat seperti dia baik-baik saja, namun sebenarnya banyak sekali hal yang telah terjadi kepadanya yang tidak bisa begitu saja dihapuskan di dalam benaknya. Ia berpikir bahwa tidak ada gunanya merepotkan orang lain untuk mendengarkan apa yang sudah terjadi di dalam kehidupannya. Lebih baik sembunyikan semuanya dengan senyuman.

PositifNegatif
AltruistikOverthinking
ArtistikPemalu
Open-mindedSensitif
IdealistikSusah terbuka
KreatifRibet

iii. Trivia Melody

~Dia adalah anak pertama dari keluarga Kartawiharja.~
~Dia tidak terlalu menyukai jurusan kuliahnya saat ini.~
~Melody sangat menyukai segala bentuk dari seni, terutama lukisan dan musik.~
~Dia hobby menggambar, banyak yang bilang gambarannya bagus. Namun dia tidak pernah percaya diri.~
~Dia sangat suka membantu orang yang sedang kesusahan. Dia lebih memilih untuk mengutamakan orang yang ia pedulikan, daripada dirinya sendiri.~
~CAPPUCCINO. FRAPPUCCINO. Favorito!~
~Diam-diam dia memelihara kucing di apartemennya, tanpa diketahui oleh bunda.~
~Ayahnya adalah seorang diplomat, dan ibunya yang dulunya adalah perawat sekarang menjadi pengusaha.~
~Ia pernah mengalami abusive-relationship.~



。° ⊹ .Melody. ✵ °
⊹ .Yang senyumnya seringkali terpatri, ⊹ . ˚ ·
✵   ˚ ·   + menjadi topeng luka sang hati.⊹ .


ii. Latar Belakang Melody

Gadis yang lahir di antara musim gugur dan musim dingin itu diberi nama Melody Chaka Kartawiharja. Ayah dan Ibunya sudah terbilang lama menunggu kehadiran Melody untuk mengisi kehampaan yang mereka rasakan di dalam keluarga kecil mereka.
Namun, meskipun mereka sudah cukup lama menantikan kehadiran Melody mereka tidak begitu saja memberikan 'seluruh dunia' kepada gadis itu. Tidak ada kata manja untuk Melody tetapi perhatian dan kasih sayang tetap saja mereka curahkan.
Keluarga kecil itu sudah sangat terbiasa dengan tempat tinggal yang tidak tetap. Hal itu terjadi dikarenakan oleh pekerjaan yang diemban oleh ayah Melody. Beliau adalah seorang diplomat. Berpindah-pindah dari satu negara ke negara lain untuk mewakili tanah air adalah hal yang sudah tidak lazim lagi bagi seorang diplomat. Dan tentu saja Melody tidak mempunyai pilihan lain selain mengikuti kedua orang tuanya kemanapun mereka pergi. Hitung-hitung mencari ilmu dan banyak teman juga, kata bundanya.
Memang semuanya terdengar asik, keliling dunia dan sebagainya. Dan bukannya Melody tidak bersyukur atau apapun itu, namun dia sedikit lelah karena harus beradaptasi terus-menerus. Akhirnya, ia memutuskan untuk meminta izin kepada orang tuanya untuk memberinya izin tinggal di Bandung saja saat ia akan menduduki bangku SMA. Tak butuh waktu lama bagi kedua orang tuanya mengabulkan keinginannya untuk tinggal di Bandung, seorang diri di apartemen pribadinya yang dihadiahkan oleh ayahnya untuk ulang tahunnya yang ke 15 pada saat itu. Mereka ingin memberikan kepercayaan penuh mereka kepada Melody, dan mereka sangat yakin bahwa Melody bisa melindungi dirinya sendiri karena ia sudah diberi pelatihan self-defense di berbagai tempat.
Melody dan kedua orang tuanya tidak tahu bahwa keputusan itu adalah keputusan yang sangat berbahaya, mereka tidak tahu kejahatan apa yang akan Melody hadapi di dalam kehidupannya di Bandung. Perampok masuk ke apartemennya? Sepertinya agak sedikit mustahil, mengigat pengamanan di apartemennya termasuk sangat ketat. Santet? Mereka tidak percaya akan hal itu. Sihir-sihir buruk? Apalagi. Jawabannya sebenarnya sangatlah tidak terduga.
Saat menginjak usia 16 tahun Melody Chaka Kartawiharja, dijahati oleh cintanya.
Cintanya itu, mengaku bahwa dia adalah orang yang paling mencintai Melody di dunia ini. Melody tidak membutuhkan siapapun di dunia ini selain dirinya. Melody tidak boleh berhubungan dengan lelaki manapun di dalam kehidupannya kecuali ia dan ayahnya. Melody bahkan tidak boleh terlalu dekat dengan teman-teman perempuannya karena kalau ada yang lebih dekat dengan Melody daripada dirinya, ia tidak akan merasa spesial, dan ia akan merasa bahwa cinta Melody berkurang untuknya.
Kalau Melody tidak melakukan apa maunya, Melody akan mendapatkan hukuman darinya. Ia akan menampar Melody, meraungkan kalimat-kalimat cinta yang Melody rasa adalah hal yang wajar untuk saat itu, mengingat ia juga sangat mencintai lelaki itu. Ia akan menjambak rambut Melody, mendorongnya kuat hingga terjatuh, menginjak badannya, sambil mengatakan semua yang ia lakukan adalah karena hal 'suci' itu. Cinta. Cinta. Cinta. Cinta.
Oh andai saja dia tahu apa yang bisa Melody lakukan kepadanya, mungkin dia akan lari terbirit-birit.
Melody yang masih sangat naif pun merasa apa yang dilakukan lelaki itu memang berdasarkan cinta, karena setelah lelaki itu tenang, mereka akan kembali harmonis dan lelaki itu akan meminta maaf beribu kali kepadanya.
Melody tidak bodoh, dia tahu hubungan itu salah. Ia tahu, itu adalah kekerasan yang sangat tidak bisa ditoleransi. Namun, ia takut. Bukan takut pada lelaki itu. Ia takut, jika ia melepaskan lelaki itu ia tidak akan menemukan 'cinta' lagi. Ia juga takut merasakan sakitnya melepaskan memori indah yang awalnya pernah mereka berdua ukir.
Hingga Melody suatu hari disadarkan sepenuhnya oleh omongan seorang kakek tua ketika ia sedang meratapi nasib di taman apartemennya.
Kala itu, ia baru saja mendapatkan bogem mentah di mata kirinya yang akhirnya mengubah warna kulitnya menjadi keunguan, menandakan betapa kuatnya tenaga lelaki bodoh itu.
Sekian manusia berlalu lalang melewatinya yang sedang duduk di bangku taman, namun hanya kakek itu yang berani duduk di sebelahnya. Tidak gentar kalau-kalau yang duduk di sebelahnya adalah makhluk halus karena rambut Melody panjang, dan dia sedang menangis walaupun tak tersedu-sedu tetap saja menyeramkan buat orang awam.
"Ada apa?" Kakek itu bertanya dengan tenang, kedua tangannya bertumpu pada tongkat jatinya. Melody hanya diam kala itu, tidak tahu harus menjawab apa. Namun ia memberanikan diri untuk melihat siapa yang bertanya, dan menemukan sepasang mata penuh kebijaksanaan sedang balik menatapnya.
"Pacar?" Lagi-lagi lelaki yang keliatannya sudah berumur lebih dari seabad itu bertanya, dan hanya direspon oleh semilir angin sore di bulan November.
Si kakek tua tidak perlu jawaban untuk itu. Ia tahu Melody tidak tinggal bersama orang tuanya di Bandung, dan si kakek kenal baik dengan kedua orang tua Melody yang notabenenya ramah kepada siapapun.
"Benar kataku?" Kakek itu memaksa Melody untuk merespon walaupun dia tidak butuh jawaban pasti karena ia sudah tahu.
Melody mengangguk pelan. "Tapi, dia bilang dia cinta. Dia takut kehilanganku, makanya begini." Kata Melody, dengan bodohnya masih saja berusaha membenarkan yang salah.
Dan akhirnya si Kakek tua menghela napas panjang dan mengatakan hal-hal yang sudah lama dibutuhkan oleh Melody untuk bangkit.
"Kamu itu anak muda yang cantik. Jangan gegabah. Jangan mau cinta dengan orang pengecut. Kamu itu, jauh lebih dominan daripada dia. Dia itu tidak lebih dari seorang pengecut yang mengemis padamu untuk mencintainya, memerhatikannya, takut sekali dia kalau kamu pergi. Makanya dia kekang kamu agar kamu tidak dimiliki orang lain. Yang punya sekarang itu kamu. Bukan dia, neng. Ambil tindakan. Jangan mau jadi pecundang juga."
Ia yang sudah lelah akan semua 'cinta' yang diberikan lelaki itu kepadanya pun mengikuti kata-kata kakek itu. Meskipun sakit yang ia rasa di dalam hati ketika mengingat hal-hal baik yang pernah mereka lalui bersama namun ia selalu berusaha untuk meyakinkan dirinya sendiri bahwa ini untuk yang terbaik.
Melody akhirnya berhasil menjauhi lelaki itu sepenuhnya, walaupun di tahap awal sangatlah sulit karena lelaki itu masih merasa punya kuasa atas dirinya, dan hampir saja melakukan hal yang tidak-tidak. Namun akhirnya Melody berani melawan. Akhirnya ia mengeluarkan semua jurus yang ia pelajari di pelatihan self-defense hingga lelaki itu tak berani mendekatinya lagi.
Setelah itu, Melody menutup dirinya dari 'cinta'. Ia trauma berat karena cintanya itu, hingga ia harus menjalani beberapa prosedur untuk mengembalikan keceriannya yang terebut karena cinta. Persetan dengan cinta. Hal itu tidak lagi nyata buatnya.


Hello there, the relation section is currently under construction. Sorry.